Sebenarnya perjalanan saya ke India dari bulan Juni sampai bulan September pada tahun 2010. Ya cukup lama juga sebenarnya, dan baru sekarang saya mencoba untuk membaginya ke semua orang, hehhehe. Jadi untuk harga makanan, transport, akomodasi dan tiket masuk tempat wisata sangat dimungkinkan berubah.
Perjalanan ke India saya dengan tujuan untuk menjadai Guru SD di Indore India, dalam program IESEC exchange program. Saya berangkat dari Malang dengan sahabat saya Dito(He is my best best friends hahhaa), karena dia tidak mau pergi sendiri dan sebenarnya itu sangat melegakan.
Hari pertama,
Keberangkatan...
Kami berangkat dengan pesawat super murah atau biasa dikenal dengan istilah kerennya "low cost airlines" AIR ASIA. Kami berangkat sore sekitar pukul 16.50 dan sampai di Kuala Lumpur malam hari, sedangkan jadwal pesawat selanjutnya berangkat keesokan paginya. Jadi kami selama hampir 12 jam menjadi orang paling kurang kerjaan di Bandara KLIA. Mulai dari hanya duduk- duduk di pinggir etalase toko, makan nasi lemak seharga 11 Ringgit, melihat-lihat bermacam- macam toko, sampai tidur dengan berbagai gaya di berbagai tempat.
Nasi Lemak
Need Sleep
Hari Kedua,
Paginya setelah check in, kami berdua langsung tertidur di ruang tunggu, rumayan bisa tidur sejam, dan untuk sarapan paginya dengan berat hati akirnya kami membeli makanan di Pesawat yang cukup mahal. Perjalanan ke Mumbai, India membutuhkan waktu sekitar 6 jam dari Kuala Lumpur.
Paginya setelah check in, kami berdua langsung tertidur di ruang tunggu, rumayan bisa tidur sejam, dan untuk sarapan paginya dengan berat hati akirnya kami membeli makanan di Pesawat yang cukup mahal. Perjalanan ke Mumbai, India membutuhkan waktu sekitar 6 jam dari Kuala Lumpur.
Sedikit syok sebenarnya saat sampai ke Mumbai, karena semua bayangan film India yang berlokasi di tempat yang indah berubah saat melihat daerah kumuh di sekitar Bandara Mumbai yang cukup terlihat jelas dari jendela pesawat saat akan landing. sedangkan bandaranya sendiri dijaga cukup ketat dengan pengawasan tentara India full armed dan dengan senapan mesin mereka tepat diluar pintu kedatangan.
Daerah Kumuh yang bisa di Potret
Saking syok dengan keadaan dan rasa lapar yang luar biasa, kebodohanpun melanda kami. Kebodohan pertama, terjadi miscommunication dengan pihak penyelenggara kegiatan di India, yang kami kira mereka akan menjemput kami di Bandara, tetapi yang dimaksud Bandara bukan Bandara Mumbai tapi Bandara Indore yang kalau ditempuh dengan Bus atau Kereta masih sekitar di atas 20 jam dari Mumbai. Mengetahui hal tersebut kami hanya bisa menetertawakan kebodohan kami, dan langsung memesan tiket untuk ke Indore, dengan pesawat king fisher, karena jika melalui darat akan memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu kami mendapat tiket hari itu, sedangkan jarak ke stasiun dan terminal cukup jauh. Yah, walaupun lebih mahal 2x lipat tapi tidak ada pilihan lain yang bisa kami usahakan saat itu.
Kebodohan Kedua, Kami tidak tahu bahwa letak terminal keberangkatan dan terminal kedatangan tidak di satu tempat, seperti Bandara di Indonesia pada Umumnya. Letaknya cukup jauh dan mahal jika ditempuh dengan kendaraan umum, padahal untuk penumpang yang melanjutkan penerbangan disediakan angkutan bandara untuk menuju terminal keberangkatan (Gratis). Sial dan bodohnya karena lapar kami berusaha untuk mencari makan di luar bandara karena di dalam Bandara tidak ada sama sekali toko makanan, kami kesulitan untuk masuk lagi ke terminal kedatangan karena memang tidak diijinkan untuk masuk kembali setelah keluar dari terminal kedatangan. Dengan muka memelas, dan memohon kepada para tentara penjaga bandara, akirnya mereka mengijinkan kami untuk masuk lagi setelah mereka tahu bahwa kami berasal dari Indonesia, serta mereka yang membawa kami untuk menuju tempat penjemputan untuk bus menuju ke terminal keberangkatan.
Have a Nice flight
Dito in Narsis Mode On
Sesampainya di Terminal Keberngkatan, Kebodohan Ketiga terjadi karena pesawat yang kami tumpangi mengalami Delay, selama 2 jam maka pihak maskapai memberikan kami snack, tapi karena kami pikir jumlah snack akan sama dengan jumlah penumpang kami mengambil snack cukup terakir, tapi apa daya kami berdua hanya kebagian 1 snack dan 1 gelas minuman yang rasanya aneh. Sambil makan snack ala india yang beberapa rasanya aneh bin ajaib karena di Malang tidak ada rumah makan India yang menyajikan makanan seperti itu. Bodohnya lagi snack yang masih tersisa itu kami tinggalkan di ruang tunggu bandara sementara penumpang lainnya membawanya di pesawat, sambil saling liat "emang boleh ya bawa makanan dan minuman sendiri di pesawat".
Setelah 1,5 jam perjalan kami akirnya sampai di Indore, salah satu kota industri di India Tengah.
Untuk kegiatan selanjutnya akan di Posting di Little Miracle in India Part 2.
Thank for Reading my Blog..
P.S tanggal di Foto itu belum di atur jadi masih di tang
gal 2008, baru sadar setelah dipindah ke leptop fotonya.. hehehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar