Minggu, 24 Agustus 2014

Cari DURIAN yuuk..

Dureeeen emmm yummy..
I love duren..

ya walaupun baunya kadng bisa bikin pusing n kalau kebanyakan makan bisa mabok, tetep ja yang namanya doyan plus ketagihan mau gimana lagi hahhaa..

tempat nyari duren saya kali ini ya, rumayan jauh lah dari Malang sekitar hampir 2 jam lah, kalau gak macet, maklum sekarang malang sudah mulai macet hehehe.. oh ya, tempat cari durennya namanya Bakti Alam, tempat wisata ini terletak di perbatasan Kabupaten pasuruan dan Kabupaten Malang.

Suasana di sini cukup nyaman karena tidak terlalu banyak wisatawan.. hehehe.. yang paling penting sejuk dan bersih.

Masuk ke Bakti Alam waktu itu weekend jadi agak mahal sekitar Rp 45.000 (kalau tidak salah) itu sudah termasuk naik kereta keliling kebun, icip-icip buah, dan segelas susu dingin.

Jembatan yg menghubungkan area luar dengan area perkebunan
Setelah masuk ke area perkebunan, wisatawan akan diajak berkeliling kebun dengan kereta mini yang telah disediakan, beserta pemandu wisata.. rumayan kan, jadi gak perlu jalan kaki muterin kebuh berhektar-hektar. tinggal duduk manis sampai deh hehehehe..

Pemberhentian kereta yang pertama adalah di green house golden melon, di sana kita bisa foto2 bareng melon2 yang sedang berbuah lebat lo hehe (ini wajib baget bwt penggila sosmed hehhe) setelah puas berfoto kita juga akan diberikan gratis buah Golden melon iris di pintu keluar (gak puas sih coz yg dikasih dikit bgt mau ambil banyak juga gak enak, kalau satu orang satu gt kan enak hahaha).

Salah satu jalan di dalam Bakti Alam (cukup bersih ya)

Ini Golden Melon super manis hehehe
Ternyata di dalam Perkebunan banyak sekali jenis buahnya rambutan, blimbing, pepaya, dll, tapi yang paling banyak tetep.. DURIAN...
A.. setelah selesai putar-putarnya ada taman bunga yang cukup canti walaupun tidak besar sih, kita bisa melihat taman itu saat pemberhentian kereta mini. dekat dengan taman bunga tadi terdapat pasar buah yang menjual berbagai macam buah dengan harga yang cukup miring. Kata penjanganya itu buah langsung petik dari bakti alam, dan jenis buah yang dijual tergantung musim buah itu sendiri. Jangan kawatir harganya murah meriah kok..




Yang terpenting di Bakti Alam ini adalah mencoba Durian atau Duren hahha.. yap itu wajib karena harga duruan di sini jauh lebih murah dari pada yang ada di Pasaran. selain itu buah Duren di sini adalah buah duren hasil kebun sendiri jadi masih fresh from the oven (eh from the tree hahhaa).
Durian di sini ada mulai dari Durin Montong sampai Durian lokal ada semua, tapi tergantung keberuntungan kita saja biasanya kalau sore sudah tinggal sedikit dan tidak bisa memilih lagi hehehe..
Ini nih Duren Montong Bakti Alam
Coba tebak itu harga durian montongnya berapa??? lebih dari Rp 90.000,- ??? salah.. harganya cuma Rp 30.000,- murah baget kan.. apalagi kalau lagi musin bisa di bawah harga itu kata penjualnya.

So bagi yang suka durian dan kepingin coba berbagai macam varian Durian dengan harga murah, langsung saja ke Bakti Alam..

See you in the next destination ya...

Senin, 16 Juni 2014

Hiking to Banyu Anjlok Beach

oooo.. hiking, serious hiking?? hiking ke pantai?? msak k pantai hiking??
Dan semua jawabannya adalah iya, iya bener hiking ke pantai..

Capek juga sih, dan baru pertama kali ke pantai mesti hiking dulu, mending kalau t track nya lurus- lurus saja ya, ini naek turun bukit nyeberang sungai pula dan waktu pulang nyeberang sawah.. oh perfect.. ya secara saya ini jarang sekali hiking, paling ya jalan di mall berjam- jam hahaha.. Pantai Banyu anjlok(Emang namanya gitu hehehe ) ini terletak di daerah Dampit, Kabupaten Malang, kalau dari kota masih sekitar 2-3 jaman lah kalau naik mobil, kalau motor bisa lebih cepat, kok..
Sungai yg harus kami seberangi
Ini nih jalan yg mesti kita lewatin..
Perjalanan dari tempat parkir atau pantai terdekat sekitar 1-2 jam tergantung kitanya sih, klo saya ya hampir 2 jam hahha.. itu plus nyasar lo teman- teman hehehe.. sebenarnya kalau lagi cuaca bagus kita bisa naik kapal sekitar 15 menit saja.. oh ok, beda jauh ya.. itu karena kalau ikut tracking ini mesti naik turun bukit dulu.. selain pantai banyu anjlok, kalau naik kapal kalian juga bisa ke pulau di sekitar pantai. Tapi sekali lagi akibat kondisi yg tidak memungkinkan kami harus mengubur impian singgah di private island itu ,, hikhiks..

Hasil jepretan dr bukit, waktu tersesat.. tsaah.. 

Ya, walaupun gagal ke Private Islands, cukuplah ke Pantaiyang masih perawan alias masih jarang yang ke sini.. suasana cukup tenang apalagi yang mau berenang, bisa memilih 2 cara berenang di laut atau berenang di atas air terjun. Ya memang kalau mau berenang di atas air terjun mesti naik bebatuan dulu, tapi pemandangannya ok banget selain itu ada seperti kolam renang gt d atas. Tapi gara- gara saya malas untuk berbasah- basah ria akirnya saya di bawah saja menunggu teman-teman saya berenang hahaha.. dan melihat dari foto saja hehhe..

Suasana yang cukup tenang, sejuk, dan saya capek hampir membikin saya tertidur.  Pantai ini masih sangat bersih, tidak ada sampah berserakan seperti pantai- pantai di Malang pada umumnya dan dibeberapa sisi pantai dapat dilihat karang- karang yang cukup indah, ya walaupun tidak seperti karang- karang di belitung tapi cukup lah. ah hampir lupa di bawah air terjun ada guanya lo.. komplit kan.. jadi mesti masuk air terjun buat bisa masuk gua, ya walaupun guanya kecil tpi di foto bagus deh.. serasa kaya dimana gitu hahaha
Hasil Jepretan Mba Titis ini hehehe..

Tak terasa kami dipantai itu sudah hampir 6 jam, sehingga kami memutuskan untuk pulang selain udah capek dan sudah ada rombongan yang alay pada dateng (bukan maksud apa- apa tapi memng begitu mereka.. maaf hehehe) mendung sudah terlihat semakin tebal saja.

Baru setengah perjalanan hujan deraspun mengguyur kami, karena sudah siap kresek untuk tempat barang- barang elektronik, kami pun menerjang hujan hwahahah, sudah deh basah- basah saja hahaha.. itung- itung hujan-hujan hehehee. Walaupun kami sempat mengambil daun pisang, tetap saja basah kuyup. sungai kecil yang kami lewati sudah berubah cukup deras, sehingga kami memutuskan untuk sedikit berputar arah dan menggunakan jembatan baru, yang cukup jauh dan harus melewati sawah-sawah dan kebun warga.

takeb by mba titis
Sudah hujan, lewat sawah, dan kebun kebayangkan itu lumpur di celana apalagi saya pakai celana biru muda, jadi sudah bisa dibayangkan ya kan ya kan akirnya celana saya menjadi warna coklat susu hwhahahah..

Kesimpulannnya adalah saya harus banyak olahraga, la kok? iya gegara terasa banget kalau saya tidak begitu kuat untuk jalan jauh apalagi model hiking, hehehe.. untungnya Mba titis ini sabar dan mau menemani saya hehehe Makasih ya Mba.. lain kali kalau ke Malang kemanapun hayuk sudah ahahahaha..

Thanks, udah mau baca catatan kegiatan saya..,



Selasa, 03 Juni 2014

Banyak Jalan Menuju Karimunjawa Part 2

Setelah part1 yang lebih banyak mengulas tentang cara kita untuk sampai di Karimunjawa, sekarang akan saya bagikan cerita saat kami menikmati indahnya kepulauan Karimunjawa.

Hari Ketiga,
sebelum kami meninggalkan Wisma Apung yang super wow, saya akan bagikan foto-foto kami di Wisma Apung hehehe..
Pemandangan dari Belakang Wisma
Regi lagi coba jadi pelaut ini hwahhaa
Pemandangan Pagi hari
Berenang bersama anak-anak sesama penghuni wisma apung, kita sih Happy2 ja d kasih makan ortu mereka heheh
 Siang sekitar jam 1 an kami, harus pindah penginapan karena memang kami hanya menyewa Wisma Apung 1 hari saja, cuma mau merasakan rasanya di Wisma Apung, hehehhe.. Setelah itu kami ke Pulau utama pulau Karimunjawa untuk mencari penginapan baru. Akirnya kami memutuskan untuk memilih menginap di rumah warga yang harga 1 kamarnya hanya berkisar Rp 60.000,- untuk satu kamar. Karena ceweknya hanya ber3 so kami jadi satu kamar saja, Ngirit bro.. hahahah

Sore pun kami tidak kemana- mana hanya menyelusuri desa dan berfoto-foto di Desa sambil bermain Badminton. Ya cuma yang mau saja sih, yang lain yg masih kecapekan cuma duduk-duduk manis saja. (ok setelah di cari2 foto yang bagian ini hilang tak berbekas... sial).

Malamnya karena kelaparan kami memakan mie istan yang kami bawa, untung pemilik rumah mengijinkan untuk memakai kompornya buat bikin mie. hehhehe.. rumayan lah mengganjal perut...

Hari Keempat,
Setelah fix harga untuk kapal mengelilingi kepulauan Karimunjawa, pukul 6 pagi kami sudah berada di Pelabuhan untuk memulai perjalanan. Harga yang kami dapat Rp 300.000,- seharian itu sudah termasuk lifeguard and alat snorkeling , so kalau dibagi 9 orang murah baget kan.. hehehe.. Perjalanan pertama kami menuju ke Pulau Cemara Besar dan gosong cemara (lupa saya mana yang lebih dulu dikunjungi apa Cemara besar atau kecil hehehhe). Pulaunya sangat bagus.. apalagi daerah gosongnya seolah- olah kita berada di tengah- tengah lautan.


Love this place
Setelah puas bermain di sana tujuan kedua adalah snorkeling spot di dekat Pulau Cemara hahaha.. (entah itu besar atau kecil). Ya maaf karena kamera kami tidak dapat untuk di dalam air akirnya, ya sudaaaah tidak ada foto yang bisa dibagikan. But, saya berani jamin ini sangat- amat baguuus baget spotnya hehehhe.



Setelah itu kami makan siang dulu di kawasan Pantai Barakuda kalau tidak salah hahaha.. kamipun membuka bekal kami dan masak mie instan hwahahah.. Bodohnya adalah air tawar yang kami bawa hampir habis dan kami akirnya memasak mie dengan air laut.. hwahahha jadi kebayangkan ASIIINNYA bagaimana ehhehehe.. tapi gegara kami laper setengah mati ya sudah deh dimakan sajooo.  Di pantai ini ada spot foto yang cukup bagus hehhe


Mari makan
Kunjungan selanjutnya kami ke Pulau menjangan Besar dan kecil. Kalau di Menjangan Besar terdapat kolam yang digunakan untuk pengunjung agar bisa berenang dengan Hiu, tapi karena kami sudah berenang dengan hiu di Wisma so, kami tidak mau renang di kolam itu lagi heheh.. jadi kami cuma duduk-duduk menikmati sore hari.


Seluruh rangkaian selesai kira- kira hampir pukul 6. Dan ada shocking moment saat tiba di penginapan. Yaitu memory card kamera ilang entah kemana, padahal yang tadi dipakai foto cuma kamera itu saja.. hwaaaaaa... panik sudah serombongan, ok tenang dan mari di cari. Akirnya saya yang ke rumah pemilik kapal untuk mencari siapa tahu ketinggalan. Dan yang bikin puyeng kata bapaknya, dia tadi nemu kaya kartu kecil trus dikira gak penting dibuang ke laut. Waduh serombongan sudah kepingin nangis aja denger kabar buruk itu, tapi karena bapak nelayan baik hati dia cariin t MC dan alhamdulillah ketemu walaupun sudah basah kuyup dan terkena air laut.

sampai penginapan kami cuma bisa berdoa agar t MC gak rusak dan kami taruh bawah lampu agar cepet kering, dan berharap hasil foto baik- baik saja. Kami segera mencari warnet terdekat agar bisa copy t foto kalau- kalu tar rusak, dan kami menghabiskan waktu hampir 3 jam di warnet cuma buat ngeburning t file foto. Tapi alhamdulillah fotonya selamat semua. hehehhe..

Hari ke lima,
Paginya kami harus segera siap- siap untuk pulang ke Jawa, dan ke rumah kami. Dengan kapal ferry yang sama kamipun pulang ke Jawa. Sampainya di Pelabuhan Kartini Bapak sopir angkot yang telah kami sewa kemarin sudah ada di pelabuhan untuk menjemput kami dan mengantar kami ke Terminal Semarang. Kamipun naik bus dari Semarang ke Surabaya (dan bodohnya kami kena tipu calo padahal harganya cuma Rp 60.000 perkepala, dan kamipun bayar Rp 100.000,- perkepala gila.. gila). Sampai SBY ke Malang juga naik bus patas, dan finnally kamipun sampai di Malang, dengan sehat selamat tanpa kekurangan apapun... alhamdulillah..



P.S gak nyesel lah tiap hari nabung and jualan barang bekas..
coz tempatnya bagus banget, dan mungkin akan sulit bagi kami untuk mengulangi ke pulau itu lagi dikemudian hari.. hehhehe

Sabtu, 31 Mei 2014

Kopi Nikmat tak harus di Tempat Ngopi Mahal

Setelah pulang dari urusan di Pasuruan,
Sahabat saya menawari minum kopi, katanya dijamin enak.
Ok lah, mumpung mata ini berat sekali dan perjalanan ke Malang masih cukup panjang dan kami naik motor. Apa salahnya untuk minum kopi sebentar apalagi sudah di gadang- gadang enak.

Kamipun berhenti di depan Pasar Purwosai, Pauruan. Sekilas warung depan Pasar tersebut terlihat biasa saja, ya sama lah kaya warung pedagang kaki lima lainnya. Interiornyapun (hah interior, adanya susunan meja sama kursi hehhee) seperti pedagang kaki lima lainnya standart. Para pembeli yang ingin membelipun tinggal memakir mobil maupun motornya di depan warung.

Ini nih yang jualan Kopi Jahe Manteb

Walaupun tampilannya sangat biasa dan sederhana, jangan salah kopi dan gorengannya cukup menggoda dan enak. Kami pun memilih untuk memesan menu kopi jahe, menu special dari warung tersebut. Kopi jahe tersebut di buat hanya dengan mencampurkan bubuk kopi (hasil ramuan si Ibuknya sendiri) dengan jahe segar yang sudah dihaluskan, dan tinggal di tambah gula dan air panas (untuk gula bisa request banyaknya seberapa.


Kopinya Mantap


Selain kopi jahe yang super duper enak dilidah tapi juga nyaman di lambung (kaya iklan ya hehehe), ada juga berbagai gorengan yang cukup lezat, ada Tahu Goreng, tempe, Ote-ote dan yang paling wajib di coba adalah Kelapa goreng(t emang yang digoreng kelapa muda jadi enak bgt).

Jangan dilihat dari wujudnya saja tapi rasanya mantab, hati- hati buat yang diet Kolorinya besar ini makanan hehehe. 
Harganya sendiri cukup murah meriah, untuk gorengan @ Rp 500,- sedangkan kopi jahe hanya         Rp 2.000,- . Cukup murah sekali kan, so klo ada waktu dan lewat Pasar Purwosari, Pasuruan coba deh. Recommended   lah.. hehehhe

Selamat Mencoba


Sampai jumpa lagi,
dan Thanks udah mau baca hehehe





Kamis, 29 Mei 2014

Banyak Jalan menuju Karimunjawa Part 1

Waduh judulnya saja sudah berat... Isinya?? emm mungkin enggak hahahha

Perjalanan kami ke Kepulauan Karimunjawa ini merupakan perjalanan saya dan sahabat- sahabat saya terjauh. Biasanya sih hanya sekitaran Malang dan paling jauh ya ke Mlang Selatan or Kediri. Jadi perjalanan ini sangat menantang kami.

Sebelum memutuskan untuk berangkat selama hampir 3 bulan kami mempersiapkan segalanya (yaelah lama sekali hahaha), ya sebenarnya lama itu juga gara-gara nyiapain uang sakunya hehehe, maklum dulukan pada masih jadi mahasiswa kismin yang nunggu uang kiriman ortu yang tiap awal bulan pada ngantri di ATM hwahahha kasihan sekali ya..Jadi untuk mengakalinya kami memutuskan untuk membuat iuran bersama Rp 1.000,- tiap hari per anak, jadi kan rumayan paling ngak ngurangin ongkos makan sama transport dan juga gak ngeberatin buat anak kos kan.. hehehhe.

Setelah melihat berbagai spot yang harus dikunjungi dan alat transpot yang harus digunakan dan tempat menginap, akirnya pikiran untuk mencari uang lebih untuk tambahan menginap sehari di Hotel Apung pun  kami lakukan. Cara paling cepat adalah ngumpulin koran bekas, kertas bekas, sampai botol plastik buat dijual hwhhahahha. Selama sebulan akirnya terkumpul juga sekitar lebih dari Rp 300.000,- an lah rumayan. Jadi uang yang kami kumpulkan dri uang iuran plus jualan BABE cukup banyak lah hehehe.
Setelah jualan Babe mau jualan motor juga kah? hahaa
Perjalanan seminggu Ke Karimunjawa pun kami mulai...

Karena memang konsep awalnya adalah dengan sistem MBOLANG.. so kamipun memutuskan untuk memulai perjalanan menggunakan kereta Matarmaja dr Malang ke Semarang dengan harga sekitar ya kira- kira Rp 35.000/ orang lah, dengan waktu tempu sekitar 10 jam, iya 10 jam dan dengan kereta supeeer panas tanpa AC, karena dulu ekonomi gak seperti sekarang pakai AC. Perbekalan yang kami bawa pun cuma kompor portable (hah!!) mie instan, permen dan air putih 4 botol besar (sungguh tiada tara haha).

Sesampainya di Stasiun Kediri Ayah teman saya yag asli Kediri membawakan makan malam, wow sekali ya. Jadi cuma turun sebentar salaman sapa bapaknya trus capcus lanjut lagi perjalanan. Ok sampai sudah di Stasiun Madiun kira-kira jam 8 malam, gantian Bapak sama Ibu saya (begitu saya panggil mereka, karena tar ada yang protes hwahahhaa soalnya pernah ada yang nyindir gtuuu.. lupakan) ya kamipun cuma turun dan cuma salim dan mengambil snack dan makanan lainnya juga berbagai macam minuman (bukan alkohol lo ya.. ) hahaha anak kuarng ajar hehhe.

Jam 1 akirnya setelah berpanas- panas ria, akirnya kami sampai di Stasiun Semarang. Ok mari keluar dan cari tumpangan bus ke Jepara. Kapal yang ke Karimunjawa tidak berangkat setiap hari jadi kalau ketinggalan kapal kami harus menunggu 2 hari lagi baru bisa ke karimunjawa. Saat keluar dan naek angkot Bapak supir angkot justru menawari mengantar langsung ke Pelabuhan Kartini, so gak perlu ribet lagi. Kamipunlangsung setuju dengan harga sekali antar Rp 200.000,- mahal?? enggak sih kita ja ber 9 dan itu kita dianter langsung dan bisa berhenti dimanapun.

Jam setengah lima kami sudah sampai ke Pelabuhan alhamdulillah belum telat. Malah loketpun belum buka jadi kami duduk- duduk, tiduran dan foro2 GJ hahaha. Cukup ramai juga sebenarnya dan kamipun harus berjibaku untuk membeli tiket. Harga tiket KMP Muria (kapal fery yang menuju Karimunjawa) sekitar Rp 27.000,- gak mahal kan kalau Kapal Roro sekitar Rp 125.000,- hhwhehe. Perjalanan sekitar 6 jam dan karena parno mabuk laut, semua minum Antimo dan langsung tepar di kapal yang super panas hahhaa (karena perjalanan siang hari).


Sampai di Pelabuhan Karimunjawa, kami harus jalan kira-kira 2Km untuk menuju pelabuhan kecil dimana kapal yang menjemput kami untuk ke Wisma Apung berada, yaitu di atas laut hahhaa. So excited actually, penginapannya bagus banget ya walaupun lantai kamar agak lngket gara- gara air laut.

Hampir seluruh bangunan di Penginapan terbuat dari kayu, dan yang paling wow itu pemandangan yang indah di atas laut, trus bisa renang bebas di laut karena baik halaman depan belakang dan samping semua laut tinggal milih spot saja sih hehehe. Yang tak kalah menakjubkannya di tengah- tengah penginapan ada kolam Hiu dan siapapun yang mau berenang boleh banget dan gratis serta aman, Hiunya gak nakal kok jadi gak bakal gigit hehehe. Hari pertama di Karimunjawa hanya kami isi untuk istirahat dan menikmati penginapan yang wow ini. penginapan ini cukup murah kami hanya membayar sekitar Rp 180.000.- perkamar, tapi gara- gara kami hanya bawa uang seadanya jadi ya kami hanya menginap satu hari disana.
Suasana di dalam area Wisma



Salah satu ikan yang ada di Kolam renang Wisma Apung





Untuk Perjalanan Hari Ketiga akan di posting minggu depan ya.. masih banyak dateline soalnya (kayak banyak yang baca ja .. amiin)

"Noting is Impossible"




Selasa, 27 Mei 2014

Rembang... Central Java

saatnya jalan- jalan...
ya, walaupun cuma buat dateng untuk nikahantapi cukup puas lah, hehehhe

Hari pertama, 
Karena Rembang cukup jauh dari Malang jadi kita berangkat jam 9 pagi (janjiannya), tapi gara- gara biasa orang Indonesia itu kebanyakan jamnya jam karet dan klo molor t gak nanggung- nanggung, so kita baru jalan jam 11.00 itu ja kita masih berhenti di berbagai tempat dulu gegara ada yang mau beli kue, ada yang mau beli pulsa dan ke Indomart bli minum, (ribet kali). Saya pergi ke Rembang bersama teman sekantor sekitar 11 orang lah. 

Perjalanan dari Malang sampai Lamongan cukup lancar, tapi setelah sampai Tuban macet cukup parah hehehehe.. Macet terparah itu terjadi di sekitar jalur Pantura setelah Pelabuhan Khusus Semen Gresik dan Holcim, gegara pada ngebut perbaiki jalan buat mudik. Ok cukup tahu saja, hahahha
Ya walaupun macet parah gak gerak samapai sejam, and t masih di tambah jalan setelahnya padet merayap sampai perbatasan Jawa Tengah, kita tetep eksis hahaha. Yup, ngeksis sosmed, dan selfi gak jelas. 

Awalnya ya cuma di dalem modil selfi sama foto- foto gak jelas, dan karena lama akirnya kita keluar mobil sambil foto2 dengan berbagai gaya di luar mobil. malahan ada senior yang foto di depn truck, di ladang orang, sampai selfi berjamaah di samping mobil trevel. 
Sampai Rembang kira- kira sudh jam 19.00 dan langsung masuk hotel. Hotel yang kami gunakan adalah Hotel Antika recomended bgt, coz bersih, tempat nyaman, arsitekturnya juga cukup unik perpaduan China dan modern khas hotel,  dan yang paling penting adalah ada kelas ekonomi yang harganya cukup tejangkau, dengan Double Bed, AC, TV, Kamar mandi air panas cukup RP 180.000,- tiap malamnya. 
Cukup nyaman lah..

 Pukul 20.30 setelah selesai mandi dan dll, kita berangkat ke rumah penganten laki- laki buat makan malam, rumayan lah dapet gratisan makan hahahha. Rumahnya cukup dekat dengan Hotel dan di tepi laut (pada awalnya saya kira begitu, tapi ternyata itu bukan rumah cuma tempat jualan keluarga pengantin cowoknya) hehheee. Kami makan makanan khas Rembang yaitu Sayur merica, yang isinya ikan laut (ikan kerapu, sama ikan tongkol) warna nya hampir mirip gulai kepala ikan, tapi rada beda dan cukup pedas. Karena takut ada yang gak suka ikan laut maka di kasih daging ayam juga, tapi mungkin lo ya mungkin hahhaa yang dateng besar- besar maka ukuran potongan ayam sama ikannya besar- besar juga hahaha. Selain itu ada juga ayam merah yang ya, mungkin biar puas makannya itu keliatannya satu ekor cuma dipotong 4 dan itu ayam kampung jadi bisa dibayangkan susahnya makan ayam itu. But i did it hahaha... 

Sayur Merica

Sebelum pulang Mas Arsa (The Groom) ngajak kita ke tempat pelelangan ikan dan yang sekaligus menjadi pelabuhan di Rembang yaitu Pelabuhan Tasikagung (klo g salah hehehhe maaf). Ya, karena rumah saya jauh dari laut dan pantai yang biasa saya kunjungi tidak seperti itu saya agak mual, baunya sangat amat sekali amis dan bau asin hehehhe.. Maaf ya mas Arsa tapi keliatannya cukup sekali saja ke sana, meskipun d suruh ke sana lagi kdu pakai masker tebel hahahha. 



Hari Kedua, 
Hari terakir di Rembang, cepat sekali harus pulang... padahal masih kepingin jalan- jalan lagi. oh ya, hari kedua itu kami datang ke acara Ijab mas Arsa, emmm walaupun sama- sama orang Jawa tetap saja sedikit culture shock apalagi junior yang dari luar pulau(sampai bilang "emang adatnya bawa segni banyak mba?" hahhaha) dengan hantaran yang banyaknya sampai bingung spa yang mesti bawa hehehe.. Makanan yang disajikan waktu Acara cukup enak dan kebanyakan baru pertama kali coba.

Setelah selesai acara dan check out kita berburu oleh- oleh khas Rembang, ada yang beli Teras, krupuk ikan, sirup Kawista (harga sekitar Rp 25.000,- perbotol besar) and etc. Karena pilih praktisnya, saya memutuskan untuk beli minuman Kawista yang siap minum dalam kemasan botol kecil, satunya cukup Rp 5000,- untuk botol plastik, kalau botol kaca Rp 3500 (tp tidak bisa di bawa pulang).  Rasanya cukup aneh tapi kalau buat saya enak- enak saja hehehhe (dasar tukang makan). 

Perjalanan pulang cukup lancar sehingga kami memutuskan untuk berhenti sejenakdi salah satu pantai di daerah Tuban (asal turun dan gratis karena di pinggir jalan dan saya tidak tahu namanya). Sebenarnya pemandangannya cukup bagus dan ada banyak pohon cemara disekitarnya, tetapi sampahnya cukup banyak dan edikit mengganggu. Karena tidak ada pengelola dan tempat sampah pantainya jadi cukup kotor, but rumayanah bagi yang nyidam kepingin ke Pantai hehehe. 



 Jam 20.30 akhirnya kami sampai Malang, dan saatnya istrahat hehhehehe

Ok,  Thanks for Reading 

Selasa, 06 Mei 2014

Little Miracle in India Part 2

Part 2 ini akan lebih banyak bercerita tentang kegiatan Saya selama menjadi
Guru SD di Bhavans Prominent School, Indore, India.

 The School from the Front

The School from Behind

Jika dilihat dari foto di atas, terlihat sangat besar sekolah yang saya tempati. Lebih besar jika dibandingkan sekolah di kota saya, hehehhe. Sekolah ini menampung siswa mulai dari siswa TK sampai SMA. Jadi bisa dibayangkan ramenya kalau jam masuk. 

Saat mengajar di India dan terutama saat berada di Sekolah, saya mulai menyadari cara mengajar mereka cukup tegas, dan tidak pandang bulu serta tidak segan- segan memberikan hukuman kepada siswa yang melakukan kesalahan. Sempat satu ketika, saya dan beberapa teman saya melihat ada guru yang memarahi siswanya dengan tegas dan dihadapan siswa lainnya, guru tersebut tidak ambil pusing kalau saat dia memarahi banyak yang melihat. Wow.. 

Sebelum saya bercerita tentang kegiatan mengajar saya, saya akan kenalkan teman- teman seperjuangan dari Indonesia yang berada satu Project dengan saya. Ada Dito yang memang dari awal sebelum berangkat kami sudah berada dalam satu project sebelum berangkat, selain itu ada Niken anak Undip, dan jadi teman baik saya waktu di India. Selain itu, ada fatan anak Jkt lah, tapi hasil foto-fotonya bagus bgt, terakir ada Mas Arne yg tertua diantara kami dan yang paling bisa bikin tertawa. Dengan adanya mereka saya cukup tenang dan bahagia setidaknya ada keluarga di India, yang sama- sama senasip sepenanggungan. Cerita perjalanan kami berlima akan saya tulis di part selanjutnya, hehhheehehe. 
Dari Kiri Ke Kanan Dito, Saya, Mas Arne, Niken
Fatan ilang, lgi pacaran hehehe
Saat di Bhavans saya mengajar tentang Kesehatan di kelas 5 bersama teman baru saya, anak Afganistan bernama Shafiq Alimy. Dia cukup ramah, dan baik sebenarnya tapi kadang sering blank hahha, but he so nice person dan dengan baik hati membantu saya mengajar. 
Ini ni yang namanya Shafiq

 Pada awalnya memang agak nervous mengajar anak India, ya karena baru pertama kali juga ngajar anak SD dan India pula, tetapi mereka sangat respect dan bersemangat saat kami mengajar sampai nervous saya hilang. Siswa di sini cukup aktif dan mereka sangat senang belajar. Mungkin itu juga yang membuat India lebih maju dari pada dulu.

Selain aktif di dalam kelas mereka juga aktif sekali mempelajari berbagai kegiatan ekstrakulikuler, seperti menari, bermusik, kriket (paling populer di kalangan anak laki- laki india) dan berkuda.Bukan bermaksud untuk melebihkan anak India tapi ya memang seperti itu mereka.

 This picture taken by fatan
 
Selain mengajar, kami juga melakukan Global Village, Global Village ini adalah kegiatan dimana para Guru magang dari luar negeri mengenalakan negara dan budaya mereka kepada seluruh siswa di Sekolah. Para siswa ini mulai dari TK sampai SMA datang dalam acara ini.

Karena negara kita Indonesia Raya kurang begitu dikenal oleh anak- anak di India maka kami memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dubanding dengan negara lain. Jika tim dari negara lain memasang poster dan memakai baju adat mereka, maka tim kami tidak mau kalah, kami memberikan layanan "Foto gratis dengan memakai baju ala Indonesia" dan alhamdulillah cukup banyak yang berminat, hingga anak2 tim lain juga ikut mencoba memakai baju Indonesia.


Marta and Luis 
Cute Couples

Ok cukup sampai sini saja part 2 di India dan masih banyak part2 yang lain yang akan saya tulis.. kapan2 biar g bosen India melulu.. so part 3 entar2 ja ya.. hehehhe

oh lupa kebanyakan foto di India ini hasil rampok an dari Fatan, Niken, Dito and Mas Arne karena kamera saya rusak (siaaaaaal) hahaha.. Jadi Thank for Four of you guys hehehe.. 

See You Next Journey 






Rabu, 30 April 2014

Little Miracle in India Part 1

My First Post!!
Sebenarnya perjalanan saya ke India dari bulan Juni sampai bulan September pada tahun 2010. Ya cukup lama juga sebenarnya, dan baru sekarang saya mencoba untuk membaginya ke semua orang, hehhehe. Jadi untuk harga makanan, transport, akomodasi dan tiket masuk tempat wisata sangat dimungkinkan berubah.

Perjalanan ke India saya dengan tujuan untuk menjadai Guru SD di Indore India, dalam program IESEC exchange program. Saya berangkat dari Malang dengan sahabat saya Dito(He is my best best friends hahhaa),  karena dia tidak mau pergi sendiri dan sebenarnya itu sangat melegakan. 

Hari pertama
Keberangkatan... 
Kami berangkat dengan pesawat super murah atau biasa dikenal dengan istilah kerennya "low cost airlines" AIR ASIA. Kami berangkat sore sekitar pukul 16.50 dan sampai di Kuala Lumpur malam hari, sedangkan jadwal pesawat selanjutnya berangkat keesokan paginya. Jadi kami selama hampir 12 jam menjadi orang paling kurang kerjaan di Bandara KLIA. Mulai dari hanya duduk- duduk di pinggir etalase toko, makan nasi lemak seharga 11 Ringgit, melihat-lihat bermacam- macam toko, sampai tidur dengan berbagai gaya di berbagai tempat. 
 Nasi Lemak

Need Sleep

Hari Kedua,
Paginya setelah check in, kami berdua langsung tertidur di ruang tunggu, rumayan bisa tidur sejam, dan untuk sarapan paginya dengan berat hati akirnya kami membeli makanan di Pesawat yang cukup mahal. Perjalanan ke Mumbai, India membutuhkan waktu sekitar 6 jam dari Kuala Lumpur. 

Sedikit syok sebenarnya saat sampai ke Mumbai, karena semua bayangan film India yang berlokasi di tempat yang indah berubah saat melihat daerah kumuh di sekitar Bandara Mumbai yang cukup terlihat jelas dari jendela pesawat saat akan landing. sedangkan bandaranya sendiri dijaga cukup ketat dengan pengawasan tentara India full armed dan dengan senapan mesin mereka tepat diluar pintu kedatangan. 

Daerah Kumuh yang bisa di Potret

Saking syok dengan keadaan dan rasa lapar yang luar biasa, kebodohanpun melanda kami. Kebodohan pertama, terjadi miscommunication dengan pihak penyelenggara kegiatan di India, yang kami kira mereka akan menjemput kami di Bandara, tetapi yang dimaksud Bandara bukan Bandara Mumbai tapi Bandara Indore yang kalau ditempuh dengan Bus atau Kereta masih sekitar di atas 20 jam dari Mumbai. Mengetahui hal tersebut kami hanya bisa menetertawakan kebodohan kami, dan langsung memesan tiket untuk ke Indore, dengan pesawat king fisher, karena jika melalui darat akan memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu kami mendapat tiket hari itu, sedangkan jarak ke stasiun dan terminal cukup jauh. Yah, walaupun lebih mahal 2x lipat tapi tidak ada pilihan lain yang bisa kami usahakan saat itu. 

Kebodohan Kedua, Kami tidak tahu bahwa letak terminal keberangkatan dan terminal kedatangan tidak di satu tempat, seperti Bandara di Indonesia pada Umumnya. Letaknya cukup jauh dan mahal jika ditempuh dengan kendaraan umum, padahal untuk penumpang yang melanjutkan penerbangan disediakan angkutan bandara untuk menuju terminal keberangkatan (Gratis). Sial dan bodohnya karena lapar kami berusaha untuk mencari makan di luar bandara karena di dalam Bandara tidak ada sama sekali toko makanan, kami kesulitan untuk masuk lagi ke terminal kedatangan karena memang tidak diijinkan untuk masuk kembali setelah keluar dari terminal kedatangan. Dengan muka memelas, dan memohon kepada para tentara penjaga bandara, akirnya mereka mengijinkan kami untuk masuk lagi setelah mereka tahu bahwa kami berasal dari Indonesia, serta mereka yang membawa kami untuk menuju tempat penjemputan untuk bus menuju ke terminal keberangkatan. 

 Have a Nice flight

Dito in Narsis Mode On

Sesampainya di Terminal Keberngkatan, Kebodohan Ketiga terjadi karena pesawat yang kami tumpangi mengalami Delay, selama 2 jam maka pihak maskapai memberikan kami snack, tapi karena kami pikir jumlah snack akan sama dengan jumlah penumpang kami mengambil snack cukup terakir, tapi apa daya kami berdua hanya kebagian 1 snack dan 1 gelas minuman yang rasanya aneh. Sambil makan snack ala india yang beberapa rasanya aneh bin ajaib karena di Malang tidak ada rumah makan India yang menyajikan makanan seperti itu. Bodohnya lagi snack yang masih tersisa itu kami tinggalkan di ruang tunggu bandara sementara penumpang lainnya membawanya di pesawat, sambil saling liat "emang boleh ya bawa makanan dan minuman sendiri di pesawat". 

Setelah 1,5 jam perjalan kami akirnya sampai di Indore, salah satu kota industri di India Tengah. 


Untuk kegiatan selanjutnya akan di Posting di Little Miracle in India Part 2. 

Thank for Reading my Blog.. 


 P.S tanggal di Foto itu belum di atur jadi masih di tang
gal 2008, baru sadar setelah dipindah ke leptop fotonya.. hehehe