Sabtu, 31 Mei 2014

Kopi Nikmat tak harus di Tempat Ngopi Mahal

Setelah pulang dari urusan di Pasuruan,
Sahabat saya menawari minum kopi, katanya dijamin enak.
Ok lah, mumpung mata ini berat sekali dan perjalanan ke Malang masih cukup panjang dan kami naik motor. Apa salahnya untuk minum kopi sebentar apalagi sudah di gadang- gadang enak.

Kamipun berhenti di depan Pasar Purwosai, Pauruan. Sekilas warung depan Pasar tersebut terlihat biasa saja, ya sama lah kaya warung pedagang kaki lima lainnya. Interiornyapun (hah interior, adanya susunan meja sama kursi hehhee) seperti pedagang kaki lima lainnya standart. Para pembeli yang ingin membelipun tinggal memakir mobil maupun motornya di depan warung.

Ini nih yang jualan Kopi Jahe Manteb

Walaupun tampilannya sangat biasa dan sederhana, jangan salah kopi dan gorengannya cukup menggoda dan enak. Kami pun memilih untuk memesan menu kopi jahe, menu special dari warung tersebut. Kopi jahe tersebut di buat hanya dengan mencampurkan bubuk kopi (hasil ramuan si Ibuknya sendiri) dengan jahe segar yang sudah dihaluskan, dan tinggal di tambah gula dan air panas (untuk gula bisa request banyaknya seberapa.


Kopinya Mantap


Selain kopi jahe yang super duper enak dilidah tapi juga nyaman di lambung (kaya iklan ya hehehe), ada juga berbagai gorengan yang cukup lezat, ada Tahu Goreng, tempe, Ote-ote dan yang paling wajib di coba adalah Kelapa goreng(t emang yang digoreng kelapa muda jadi enak bgt).

Jangan dilihat dari wujudnya saja tapi rasanya mantab, hati- hati buat yang diet Kolorinya besar ini makanan hehehe. 
Harganya sendiri cukup murah meriah, untuk gorengan @ Rp 500,- sedangkan kopi jahe hanya         Rp 2.000,- . Cukup murah sekali kan, so klo ada waktu dan lewat Pasar Purwosari, Pasuruan coba deh. Recommended   lah.. hehehhe

Selamat Mencoba


Sampai jumpa lagi,
dan Thanks udah mau baca hehehe





Kamis, 29 Mei 2014

Banyak Jalan menuju Karimunjawa Part 1

Waduh judulnya saja sudah berat... Isinya?? emm mungkin enggak hahahha

Perjalanan kami ke Kepulauan Karimunjawa ini merupakan perjalanan saya dan sahabat- sahabat saya terjauh. Biasanya sih hanya sekitaran Malang dan paling jauh ya ke Mlang Selatan or Kediri. Jadi perjalanan ini sangat menantang kami.

Sebelum memutuskan untuk berangkat selama hampir 3 bulan kami mempersiapkan segalanya (yaelah lama sekali hahaha), ya sebenarnya lama itu juga gara-gara nyiapain uang sakunya hehehe, maklum dulukan pada masih jadi mahasiswa kismin yang nunggu uang kiriman ortu yang tiap awal bulan pada ngantri di ATM hwahahha kasihan sekali ya..Jadi untuk mengakalinya kami memutuskan untuk membuat iuran bersama Rp 1.000,- tiap hari per anak, jadi kan rumayan paling ngak ngurangin ongkos makan sama transport dan juga gak ngeberatin buat anak kos kan.. hehehhe.

Setelah melihat berbagai spot yang harus dikunjungi dan alat transpot yang harus digunakan dan tempat menginap, akirnya pikiran untuk mencari uang lebih untuk tambahan menginap sehari di Hotel Apung pun  kami lakukan. Cara paling cepat adalah ngumpulin koran bekas, kertas bekas, sampai botol plastik buat dijual hwhhahahha. Selama sebulan akirnya terkumpul juga sekitar lebih dari Rp 300.000,- an lah rumayan. Jadi uang yang kami kumpulkan dri uang iuran plus jualan BABE cukup banyak lah hehehe.
Setelah jualan Babe mau jualan motor juga kah? hahaa
Perjalanan seminggu Ke Karimunjawa pun kami mulai...

Karena memang konsep awalnya adalah dengan sistem MBOLANG.. so kamipun memutuskan untuk memulai perjalanan menggunakan kereta Matarmaja dr Malang ke Semarang dengan harga sekitar ya kira- kira Rp 35.000/ orang lah, dengan waktu tempu sekitar 10 jam, iya 10 jam dan dengan kereta supeeer panas tanpa AC, karena dulu ekonomi gak seperti sekarang pakai AC. Perbekalan yang kami bawa pun cuma kompor portable (hah!!) mie instan, permen dan air putih 4 botol besar (sungguh tiada tara haha).

Sesampainya di Stasiun Kediri Ayah teman saya yag asli Kediri membawakan makan malam, wow sekali ya. Jadi cuma turun sebentar salaman sapa bapaknya trus capcus lanjut lagi perjalanan. Ok sampai sudah di Stasiun Madiun kira-kira jam 8 malam, gantian Bapak sama Ibu saya (begitu saya panggil mereka, karena tar ada yang protes hwahahhaa soalnya pernah ada yang nyindir gtuuu.. lupakan) ya kamipun cuma turun dan cuma salim dan mengambil snack dan makanan lainnya juga berbagai macam minuman (bukan alkohol lo ya.. ) hahaha anak kuarng ajar hehhe.

Jam 1 akirnya setelah berpanas- panas ria, akirnya kami sampai di Stasiun Semarang. Ok mari keluar dan cari tumpangan bus ke Jepara. Kapal yang ke Karimunjawa tidak berangkat setiap hari jadi kalau ketinggalan kapal kami harus menunggu 2 hari lagi baru bisa ke karimunjawa. Saat keluar dan naek angkot Bapak supir angkot justru menawari mengantar langsung ke Pelabuhan Kartini, so gak perlu ribet lagi. Kamipunlangsung setuju dengan harga sekali antar Rp 200.000,- mahal?? enggak sih kita ja ber 9 dan itu kita dianter langsung dan bisa berhenti dimanapun.

Jam setengah lima kami sudah sampai ke Pelabuhan alhamdulillah belum telat. Malah loketpun belum buka jadi kami duduk- duduk, tiduran dan foro2 GJ hahaha. Cukup ramai juga sebenarnya dan kamipun harus berjibaku untuk membeli tiket. Harga tiket KMP Muria (kapal fery yang menuju Karimunjawa) sekitar Rp 27.000,- gak mahal kan kalau Kapal Roro sekitar Rp 125.000,- hhwhehe. Perjalanan sekitar 6 jam dan karena parno mabuk laut, semua minum Antimo dan langsung tepar di kapal yang super panas hahhaa (karena perjalanan siang hari).


Sampai di Pelabuhan Karimunjawa, kami harus jalan kira-kira 2Km untuk menuju pelabuhan kecil dimana kapal yang menjemput kami untuk ke Wisma Apung berada, yaitu di atas laut hahhaa. So excited actually, penginapannya bagus banget ya walaupun lantai kamar agak lngket gara- gara air laut.

Hampir seluruh bangunan di Penginapan terbuat dari kayu, dan yang paling wow itu pemandangan yang indah di atas laut, trus bisa renang bebas di laut karena baik halaman depan belakang dan samping semua laut tinggal milih spot saja sih hehehe. Yang tak kalah menakjubkannya di tengah- tengah penginapan ada kolam Hiu dan siapapun yang mau berenang boleh banget dan gratis serta aman, Hiunya gak nakal kok jadi gak bakal gigit hehehe. Hari pertama di Karimunjawa hanya kami isi untuk istirahat dan menikmati penginapan yang wow ini. penginapan ini cukup murah kami hanya membayar sekitar Rp 180.000.- perkamar, tapi gara- gara kami hanya bawa uang seadanya jadi ya kami hanya menginap satu hari disana.
Suasana di dalam area Wisma



Salah satu ikan yang ada di Kolam renang Wisma Apung





Untuk Perjalanan Hari Ketiga akan di posting minggu depan ya.. masih banyak dateline soalnya (kayak banyak yang baca ja .. amiin)

"Noting is Impossible"




Selasa, 27 Mei 2014

Rembang... Central Java

saatnya jalan- jalan...
ya, walaupun cuma buat dateng untuk nikahantapi cukup puas lah, hehehhe

Hari pertama, 
Karena Rembang cukup jauh dari Malang jadi kita berangkat jam 9 pagi (janjiannya), tapi gara- gara biasa orang Indonesia itu kebanyakan jamnya jam karet dan klo molor t gak nanggung- nanggung, so kita baru jalan jam 11.00 itu ja kita masih berhenti di berbagai tempat dulu gegara ada yang mau beli kue, ada yang mau beli pulsa dan ke Indomart bli minum, (ribet kali). Saya pergi ke Rembang bersama teman sekantor sekitar 11 orang lah. 

Perjalanan dari Malang sampai Lamongan cukup lancar, tapi setelah sampai Tuban macet cukup parah hehehehe.. Macet terparah itu terjadi di sekitar jalur Pantura setelah Pelabuhan Khusus Semen Gresik dan Holcim, gegara pada ngebut perbaiki jalan buat mudik. Ok cukup tahu saja, hahahha
Ya walaupun macet parah gak gerak samapai sejam, and t masih di tambah jalan setelahnya padet merayap sampai perbatasan Jawa Tengah, kita tetep eksis hahaha. Yup, ngeksis sosmed, dan selfi gak jelas. 

Awalnya ya cuma di dalem modil selfi sama foto- foto gak jelas, dan karena lama akirnya kita keluar mobil sambil foto2 dengan berbagai gaya di luar mobil. malahan ada senior yang foto di depn truck, di ladang orang, sampai selfi berjamaah di samping mobil trevel. 
Sampai Rembang kira- kira sudh jam 19.00 dan langsung masuk hotel. Hotel yang kami gunakan adalah Hotel Antika recomended bgt, coz bersih, tempat nyaman, arsitekturnya juga cukup unik perpaduan China dan modern khas hotel,  dan yang paling penting adalah ada kelas ekonomi yang harganya cukup tejangkau, dengan Double Bed, AC, TV, Kamar mandi air panas cukup RP 180.000,- tiap malamnya. 
Cukup nyaman lah..

 Pukul 20.30 setelah selesai mandi dan dll, kita berangkat ke rumah penganten laki- laki buat makan malam, rumayan lah dapet gratisan makan hahahha. Rumahnya cukup dekat dengan Hotel dan di tepi laut (pada awalnya saya kira begitu, tapi ternyata itu bukan rumah cuma tempat jualan keluarga pengantin cowoknya) hehheee. Kami makan makanan khas Rembang yaitu Sayur merica, yang isinya ikan laut (ikan kerapu, sama ikan tongkol) warna nya hampir mirip gulai kepala ikan, tapi rada beda dan cukup pedas. Karena takut ada yang gak suka ikan laut maka di kasih daging ayam juga, tapi mungkin lo ya mungkin hahhaa yang dateng besar- besar maka ukuran potongan ayam sama ikannya besar- besar juga hahaha. Selain itu ada juga ayam merah yang ya, mungkin biar puas makannya itu keliatannya satu ekor cuma dipotong 4 dan itu ayam kampung jadi bisa dibayangkan susahnya makan ayam itu. But i did it hahaha... 

Sayur Merica

Sebelum pulang Mas Arsa (The Groom) ngajak kita ke tempat pelelangan ikan dan yang sekaligus menjadi pelabuhan di Rembang yaitu Pelabuhan Tasikagung (klo g salah hehehhe maaf). Ya, karena rumah saya jauh dari laut dan pantai yang biasa saya kunjungi tidak seperti itu saya agak mual, baunya sangat amat sekali amis dan bau asin hehehhe.. Maaf ya mas Arsa tapi keliatannya cukup sekali saja ke sana, meskipun d suruh ke sana lagi kdu pakai masker tebel hahahha. 



Hari Kedua, 
Hari terakir di Rembang, cepat sekali harus pulang... padahal masih kepingin jalan- jalan lagi. oh ya, hari kedua itu kami datang ke acara Ijab mas Arsa, emmm walaupun sama- sama orang Jawa tetap saja sedikit culture shock apalagi junior yang dari luar pulau(sampai bilang "emang adatnya bawa segni banyak mba?" hahhaha) dengan hantaran yang banyaknya sampai bingung spa yang mesti bawa hehehe.. Makanan yang disajikan waktu Acara cukup enak dan kebanyakan baru pertama kali coba.

Setelah selesai acara dan check out kita berburu oleh- oleh khas Rembang, ada yang beli Teras, krupuk ikan, sirup Kawista (harga sekitar Rp 25.000,- perbotol besar) and etc. Karena pilih praktisnya, saya memutuskan untuk beli minuman Kawista yang siap minum dalam kemasan botol kecil, satunya cukup Rp 5000,- untuk botol plastik, kalau botol kaca Rp 3500 (tp tidak bisa di bawa pulang).  Rasanya cukup aneh tapi kalau buat saya enak- enak saja hehehhe (dasar tukang makan). 

Perjalanan pulang cukup lancar sehingga kami memutuskan untuk berhenti sejenakdi salah satu pantai di daerah Tuban (asal turun dan gratis karena di pinggir jalan dan saya tidak tahu namanya). Sebenarnya pemandangannya cukup bagus dan ada banyak pohon cemara disekitarnya, tetapi sampahnya cukup banyak dan edikit mengganggu. Karena tidak ada pengelola dan tempat sampah pantainya jadi cukup kotor, but rumayanah bagi yang nyidam kepingin ke Pantai hehehe. 



 Jam 20.30 akhirnya kami sampai Malang, dan saatnya istrahat hehhehehe

Ok,  Thanks for Reading 

Selasa, 06 Mei 2014

Little Miracle in India Part 2

Part 2 ini akan lebih banyak bercerita tentang kegiatan Saya selama menjadi
Guru SD di Bhavans Prominent School, Indore, India.

 The School from the Front

The School from Behind

Jika dilihat dari foto di atas, terlihat sangat besar sekolah yang saya tempati. Lebih besar jika dibandingkan sekolah di kota saya, hehehhe. Sekolah ini menampung siswa mulai dari siswa TK sampai SMA. Jadi bisa dibayangkan ramenya kalau jam masuk. 

Saat mengajar di India dan terutama saat berada di Sekolah, saya mulai menyadari cara mengajar mereka cukup tegas, dan tidak pandang bulu serta tidak segan- segan memberikan hukuman kepada siswa yang melakukan kesalahan. Sempat satu ketika, saya dan beberapa teman saya melihat ada guru yang memarahi siswanya dengan tegas dan dihadapan siswa lainnya, guru tersebut tidak ambil pusing kalau saat dia memarahi banyak yang melihat. Wow.. 

Sebelum saya bercerita tentang kegiatan mengajar saya, saya akan kenalkan teman- teman seperjuangan dari Indonesia yang berada satu Project dengan saya. Ada Dito yang memang dari awal sebelum berangkat kami sudah berada dalam satu project sebelum berangkat, selain itu ada Niken anak Undip, dan jadi teman baik saya waktu di India. Selain itu, ada fatan anak Jkt lah, tapi hasil foto-fotonya bagus bgt, terakir ada Mas Arne yg tertua diantara kami dan yang paling bisa bikin tertawa. Dengan adanya mereka saya cukup tenang dan bahagia setidaknya ada keluarga di India, yang sama- sama senasip sepenanggungan. Cerita perjalanan kami berlima akan saya tulis di part selanjutnya, hehhheehehe. 
Dari Kiri Ke Kanan Dito, Saya, Mas Arne, Niken
Fatan ilang, lgi pacaran hehehe
Saat di Bhavans saya mengajar tentang Kesehatan di kelas 5 bersama teman baru saya, anak Afganistan bernama Shafiq Alimy. Dia cukup ramah, dan baik sebenarnya tapi kadang sering blank hahha, but he so nice person dan dengan baik hati membantu saya mengajar. 
Ini ni yang namanya Shafiq

 Pada awalnya memang agak nervous mengajar anak India, ya karena baru pertama kali juga ngajar anak SD dan India pula, tetapi mereka sangat respect dan bersemangat saat kami mengajar sampai nervous saya hilang. Siswa di sini cukup aktif dan mereka sangat senang belajar. Mungkin itu juga yang membuat India lebih maju dari pada dulu.

Selain aktif di dalam kelas mereka juga aktif sekali mempelajari berbagai kegiatan ekstrakulikuler, seperti menari, bermusik, kriket (paling populer di kalangan anak laki- laki india) dan berkuda.Bukan bermaksud untuk melebihkan anak India tapi ya memang seperti itu mereka.

 This picture taken by fatan
 
Selain mengajar, kami juga melakukan Global Village, Global Village ini adalah kegiatan dimana para Guru magang dari luar negeri mengenalakan negara dan budaya mereka kepada seluruh siswa di Sekolah. Para siswa ini mulai dari TK sampai SMA datang dalam acara ini.

Karena negara kita Indonesia Raya kurang begitu dikenal oleh anak- anak di India maka kami memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dubanding dengan negara lain. Jika tim dari negara lain memasang poster dan memakai baju adat mereka, maka tim kami tidak mau kalah, kami memberikan layanan "Foto gratis dengan memakai baju ala Indonesia" dan alhamdulillah cukup banyak yang berminat, hingga anak2 tim lain juga ikut mencoba memakai baju Indonesia.


Marta and Luis 
Cute Couples

Ok cukup sampai sini saja part 2 di India dan masih banyak part2 yang lain yang akan saya tulis.. kapan2 biar g bosen India melulu.. so part 3 entar2 ja ya.. hehehhe

oh lupa kebanyakan foto di India ini hasil rampok an dari Fatan, Niken, Dito and Mas Arne karena kamera saya rusak (siaaaaaal) hahaha.. Jadi Thank for Four of you guys hehehe.. 

See You Next Journey